Inggris hendak melakukan boikot pada Piala Dunia 2018 – Inggris melontarkan ancaman boikot untuk pelaksanaan Piala Dunia 2018 di Moscow , Rusia.

Kejadian berbuntut panjang semula dikarenakan agen dari mata-mata ganda , Sergei Skripal 66 tahun di Salisbury , Inggris.Pihak Rusia meyakinkan bahwa agen rahasianya tersebut sekarat karena racun yang terjadi akibat percobaan pembunuhan pada negeri tersebut.

Namun tudingan May sempat membuat tensi masyarakat Rusia meninggi ,dikarenakan pernyataan yang mengatakan bahwa pemerintah Rusia sangat mungkin untuk terlibat dalam upaya percobaan pembunuhan Sergei Skripal dengan menggunakan racun sejenis Novichok pada 4 maret lalu .

Inggris hendak melakukan boikot pada Piala Dunia 2018 – Kecelakaan yang dialami oleh Sergei Skripal , yang bertugas menjadi agen mata mata Rusia yang kemudian membelot ke Inggris dengan Putrinya ketika sedang berjalan-jalan di sekitar Salisbury masih menjadi misteri.

Perihal boikot untuk momen Piala Dunia ini masih hangat dibicarakan dan diperdebatkan terlebih di Eropa dan wilayah sekitarnya.Berita ini semakin dihembuskan oleh partai oposisi yang menentang pemerintahan Presiden Vladimir Putin.

Inggris hendak melakukan boikot pada Piala Dunia 2018

Hal ini mengingat kembali memori pada tahun 1978 yang dimana tuduhan dan kekhawatiran yang sama untuk pemerintah junta militer Argentina ketika negara Amerika Selatan itu sempat menjadi tuan rumah pada Piala Dunia 1978.

Pada saat itu juga terdapat cuitan untuk ancaman boikot momen Piala Dunia 1978 namun pada saat itu pada akhirnya momen Piala Dunia berjalan sesuai rencana.Yang dimana timnas Argentina yang dimana dikomandoi oleh Mario Kempes,Daniel Passarella dan kawan kawan bisa membawa Argentina menjadi juara Piala Dunia atas kemenangan melawan timnas Belanda dengan absennya Johan Cruyff pada final Piala Dunia 1978 tersebut.

Bagi separuh rakyat Argentina pada saat itu , kemenangan Kempes ,Daniel Passarella dan kawan kawan ialah kegembiraan yang berada di tengah tekanan pemerintahan yang diktator pada masa itu.

Salah satu komentar menarik tentang Piala Dunia pada tahun tersebut ialah datang dari Sepp Blatter pada tanggal 13 Maret 2018 Presiden FIFA 1998-2015 yang pada akhirnya diberhentikan karena terkait skandal korupsi pada kepemimpinannya.Blatter pun kerap menyindir atas ancaman boikot Piala Dunia 2018 yang dilontarkan oleh Inggris tersebut.Ia mengatakan bahwa itu hanya terjadi karena mereka (Inggris) tidak tahu caranya untuk kalah.

Lihat juga :

Format baru UEFA Champions League musim depan

Piala dunia 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here